HomeBeritaDua Puluh Sembilan Siswa SMAK Anda Luri Mengikuti Pembinaan Teater

Dua Puluh Sembilan Siswa SMAK Anda Luri Mengikuti Pembinaan Teater

Sebanyak dua puluh sembilan siswa/i SMAK Anda Luri mengikuti pembinaan teater di Aula SMAK Anda Luri dari tanggal 11-15 September 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PWAG (Peace Women Across the Globe) bekerja sama dengan Koalisi Seni Indonesia. PWAG memperjuangkan hak-hak perempuan dengan seni. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membawa misi pemberdayaan dan perdamaian. Pemberdayaan yang dimaksudkan adalah pemberdayaan masyarakat tentang isu gender. Teater menjadi sumber refleksi bagi masyarakat tentang masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat terutama masalah perempuan.

 

Pembinaan teater bagi kedua puluh sembilan siswa SMAK Anda Luri bertujuan agar pada suatu saat peserta (siswa/i) menjadi inisiator untuk memperjuangkan hak-hak perempuan melalui seni. Masalah-masalah sosial tentang hak-hak kaum perempuan yang terjadi bisa dikomunikasikan di masyarakat melalui teater, kata Bapak Drs. Agustinus Dapa Loka sebagai fasilitator kegiatan. Selama empat hari, peserta mempelajari teater secara praktis, yakni kombinasi gerak, olah tubuh, dan bermain seni. Sesungguhnya bermain teater merupakan  olah gerak dalam sebuah ceritera di atas panggung. Kegiatan ini dilaksanakan setelah siswa/i mengikuti KBM di kelas, pukul 13.30-17.00 waktu indonesia tengah. Puncak dari kegiatan ini adalah tampilnya peserta pada hari Sabtu, 16 September 2017 dalam acara malam seni di Universitas Widya Wacana(Unwina), Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT.

Untuk kegiatan ini ada dua orang nara sumber dari Jakarta  yakni Mbak Ira sebagai pemain teater sungguhan dari komunitas seni indonesia dan Mbak Ollin Monteiro, penyelenggara kegiatan dari PWAG. Keduanya bekerja sama untuk memberikan pembinaan teater kepada siswa/i SMAK Anda Luri. Melihat antusiame para siswa sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan ini, maka direncanakan tahun depan akan diadakan kegiatan yang sama di tempat yang sama, demikian ungkapan Bapak Drs. Agustinus Dapa Loka.

Share
comments

Tulisan Lain

Go to top